Saat aku terjatuh pada sebuah lubang yang dalam, aku hanya bisa terdiam
termangu, menatap lorong atas yang memancarkan sedikit sinar. Berharap
ada seseorang yang melambaikan tangannya untuk menolongku keluar dari
lubang ini, tapi al hasil berhari-hari tak ada yang mencariku kemana aku
menghilang, tak ada yang mencemaskan tentang keadaanku sekarang.
Berusaha bertahan untuk terus menengadah berharap ada seseorang yang
melambaikan tangannya untuk menolongku keluar dari lubang ini, ingin
berteriak tapi tak bisa. ingin menangis tapi tak kuasa, aku hanya
terdiam, terpaku menatap lorong beratapkan langit, berharap ada yang
menolongku keluar dari lubang ini. Tik Tik Tik, air hujan membasahi
pipiku, sejuk rasanya saat aku masih menengadahkan wajahku, kupejamkan
mata dan ku goreskan senyuman di wajah ini, nyaman, damai, sejuk, teduh
lah hati ini, dibasahi air hujan yang sejuk. Ku coba hirup udara
disekelilingku, ku hembuskan sedikit demi sedikit, sungguh nikmat.
Hilang penat dalam pikiran ini, dada terasa lapang, hati menjadi sejuk
terasa nyaman dan damai. Aku masih bisa merasakan nikmat yang luar
biasa. Aku masih menegadahkan wajahku, ku buka mata dan menatap lorong
atas yang memancarkan sedikit sinarnya, kini ku tersenyum tak berharap
lebih tentang seseorang yang melambaikan tangannya untuk menolongku
keluar dari lubang ini. Kini saatnya aku berdiri,bangkit dari keputus
asaan, bangkit dari keterdiaman, berdiri lalu berusaha meraih akar-akar
yang aku jadikan tali pegangan agar aku bisa keluar dari lubang ini.
Tanah dilubang ini begitu licin, sesekali aku terpeleset dan tubuhku
menghantam ke dasar. Sakit yang ku rasa, tapi aku berusaha untuk tidak
mempedulikannya. Aku raih, raih dan terus meraih, saat ku raih akar itu
akar itu putus karena tak bisa menahan tubuhku yang berat,sampai
akhirnya tubuhku menghantam tanah dasar lagi. Aku terbaring lemas,
nafasku tergopoh-gopoh. Mencoba bangun tapi aku terjebak. Tanganku lemah
dan tubuh ini tak berdaya, aku terbaring dan hingga akhirnya
rintik-rintik hujan membasahi ku lagi. Mencoba tersenyum kembali, tapi
kini yang keluar adalah air mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar